Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

    Tulisan Terbaru

    Buku Bagus

    HTI, Lahan Subur Ulama Khilafah

    Foto Ilustrasi
    Sabtu (28/2) kemarin, puluhan ulama datang bersilaturrahmi ke kantor DPP HTI, di Jakarta. Kita melakukan ramah tamah dengan hangat, berdiskusi masalah keumatan, dan saling menyemangati di jalan dakwah.

    Selalu mengharukan menyaksikan dukungan para ulama yang ikhlas dan siap bahu-membahu dalam upaya perjuangan penegakan khilafah. Dan memang, ide khilafah sebenarnya bukanlah ide yang berasal dari HTI. Khilafah adalah ajaran Islam. Ini termuat di banyak tulisan para ulama terkemuka, digali dari nash-nash yang berasal dari Allah dan Nabi-Nya.

    KH. Hasyim Asy'ari dan Bai'at

    Oleh : Choirul Anam
    Sistem kepemimpinan dalam Islam adalah Khilafah atau Imamah. Seseorang sah menjadi Khalifah atau Imam, saat ia telah dibai'at oleh kaum muslimin dengan keridloan dan bebas (bir ridlo wal ikhtiyar). Di dalam Islam, bai'at adalah salah satu jenis akad, yaitu akad untuk mengangkat seseorang menjadi Khalifah atau Imam. Selain akad bai'at, di dalam Islam ada akad-akad yang lain, misalnya akad nikah (suatu akad sehingga calon suami istri, menjadi suami-istri yang sah), akad bai' (suatu akad yang disepakati oleh penjual dan pembeli), dan akad-akad lain.

    Tidak Bersedekah, Tidak Berjihad, Lalu dengan Apa Anda Mau Masuk Surga?




    Dari Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendatangi Rasululah SAW untuk membaiatnya atas Islam. Kemudian Rasulullah mengajukan syarat kepadaku: “Anda bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad hamba sekaligus Rasul-Nya, mendirikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat, berhaji ke Baitullah, dan berjihad di jalan Allah.”

    KH. Hasyim Asy'ari dan Ajaran Islam Trans-Nasional

    Oleh : Choirul Anam 
    Menurut keyakinan semua Umat Islam di seluruh dunia, bahwa Islam adalah ajaran Allah untuk untuk seluruh umat manusia di dunia. Islam bukan untuk kelompok atau bangsa tertentu. Islam disebarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya ke seluruh dunia. Dari perjuangan tersebut, akhirnya sebagian penduduk dunia memeluk Islam, namun sebagiannya lagi masih belum memeluk Islam. Mereka yang telah memeluk Islam merasa, di mana pun mereka berada, mereka adalah saudara. Mereka saling mencintai saudaranya, meski belum pernah bertemu, dan meski mereka berbeda bangsa, bahasa dan adat istiadat. Mereka tidak mau terkungkung oleh ashobiyah nasionalisme atau isme-isme lain.

    NU dan HT; Dua Saudara Kembar dalam Memperjuangkan Islam


    Oleh : Choirul Anam
    Terus terang saya bukan orang yang memiliki kredibilitas dalam membicarakan tema ini. Saya bukan apa-apa dan juga bukan siapa-siapa. Saya hanyalah seorang anak manusia, yang berusaha ikut serta dalam memperjuangkan agama Allah (li takuna kalimatullahi hiyal ulya). Saya hanyalah orang yang ingin turut serta memberi sumbangan dalam membangun peradaban Islam yang agung dan yang membawa keadilan sejati kepada umat manusia, meskipun sumbangan saya itu mungkin lebih kecil dari sebutir debu yang tak ada nilainya. Sekali lagi, saya bukan apa-apa dan tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan tokoh Islam salafus sholih, juga tokoh-tokoh Islam masa kini yang memperjuangkan Islam dengan ikhlas dan semangat, yaitu orang-orang sholih yang tergabung dalam barisan HT atau NU. Saya hanya bisa berdoa, semoga Allah membalas mereka semua dengan kebaikan yang melimpah dan menempatkan mereka bersama para syuhada dan sholihin.

    Pentingnya Mindset‬

    Suatu ketika, beberapa tahun silam.

    "Mas, boleh minta waktunya sebentar..?"

    "Boleh boleh, tumben pakai ijin segala. Kalau mau ngomong, sok ngomong aja atuh. Ada apa kang..?", tanyaku.

    "Saya mau curhat nih. Sekaligus minta rahasia sukses bisnis antum. Boleh ya..?", tanyanya.

    "Hahahaa, antum ini lho. Sekian lama kita bersama-sama. Proses bisnis saya dari A hingga Z, bahkan dapurnya pun antum tau. Tidak ada rahasia-rahasiaan diantara kita..", jawabku tergelak. Satu pernyataan lucu menurutku waktu itu.

    Apa Labelmu?

    Alkisah suatu ketika, saya coba ngetest anak balita saya yang alhamdulillah (ketiga anak saya) sudah bisa baca tulis walau belum masuk SD. Waktu itu sekitar usia PAUD atau TK. 

    "Ayo mas, abi minta tolong masukin barang-barang ini ke dalam wadah toples itu..", perintah saya ke anak saya. 
    Di depan anak saya, lalu saya taruh kopi, teh dan gula. Sementara toples yang sudah saya kasih label nama (teh, gula dan kopi) saya letakkan sekitar 3 meter dari tempatnya duduk.

    Apa yang terjadi..?

    Sungguh ajaib, oleh anak saya, teh tersebut diambil lalu dimasukkannya ke toples yang ada tulisan TEH. Demikian juga gula, dimasukkan ke wadah toples bertuliskan GULA dan kopi dimasukkan ke toples bertuliskan KOPI. Sekali lagi, ini bener-bener ajaib. Hehehe.

     

    Jumlah Pengunjung

    Support : Informasi Bisnis Internet | Farid Ma’ruf FB | Farid Ma’ruf Twitter
    No Copyright © 2013. Syariah Publications - All Rights Reserved
    Isi situs ini silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber aslinya Syariah Publications
    Hak Cipta Hanya Milik Allah. Situs ini adalah backup dari Situs Utama.