Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

    Tulisan Terbaru

    Buku Bagus

    Hukuman Mati untuk Orang yang Ganti Agama

    Publik tanah air khususnya pecinta film kembali dikejutkan dengan beredarnya video pengakuan Lukman Sardi, artis senior, di Youtube. Dalam video tersebut, nampak Lukman Sardi memberikan pengakuan di GBI Ecclesia tentang keyakinan dia terhadap Tuhan Yesus. Menurut pengakuannya, bergantinya keyakinan dia dari muslim ke kristen tersebut bukan karena paksaan, bukan pula karena faktor istrinya. Sudah diketahui bahwa istrinya yang bernama Pricillia Pullunggono adalah penganut agama Kristen.

    Pengakuan Lukman Sardi ini pun menambah daftar para artis yang diduga mengganti agamanya atau lebih dikenal dengan istilah murtad. Beberapa waktu sebelumnya publik juga dikejutkan dengan diberitakannya artis Asmiranda yang diduga juga mengganti agamanya. Cukup unik bahwa kedua artis tersebut pernah membintangi film bertemakan Islam. Lukman Sardi pernah memerankan tokoh K.H. Ahmad Dahlan (ulama pendiri organisasi keagamaan Muhammadiyah) dalam film Sang Pencerah. Sementara itu Asmiranda pernah bermain sebagai pemeran pembantu dalam film Ketika Cinta Bertasbih 2.

    Hikmah Ramadhan (2): Ilmu Tawadhu'

    Oleh : Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar
    Masih tentang ilmu tawadhu’. Sebenarnya hanya orang yang tawadhu’ atau yang setara saja yang masih ada kemungkinan untuk diubah nasibnya, ditingkatkan kapasitasnya, hingga dilejitkan potensi dirinya.
    Kalau di Qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 11 disebutkan “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”, maka “yang ada pada diri mereka sendiri” itu adalah perasaan “sudah hebat”, “sudah pandai”, “sudah kaya”, “sudah banyak amal sholehnya” dan sejenisnya, dalam makna negatif. Orang-orang semacam ini akibatnya meremehkan orang lain, menganggap dia tidak perlu belajar lagi, bahkan menganggap harta atau amalnya sudah bisa menjaganya.

    Hikmah Ramadhan (1): Ilmu Tawadhu'

    Oleh : Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar
    Puasa itu bukan untuk menjadikan seseorang beriman. Karena yang dipanggil puasa itu harus sudah beriman. Puasa itu untuk membentuk seseorang menjadi muttaqin. Orang yang bertaqwa. Pertanyaannya sekarang, taqwa itu apa indikatornya ?
    Menurut Imam Al-Qusyairi Al-Naisaburi, taqwa itu dibentuk dari huruf ta - qaf - wawu - ya. Huruf Ta adalah simbol dari Tawadhu'. Puasa itu mestinya melatih tawadhu'. Tawadhu' karena puasa itu tidak bisa dipamerkan.

    Pengumuman Hasil Monitoring Hilal Ramadhan yang Penuh Berkah 1436 H

    Maktab
    I’lami Pusat
    Hizbut Tahrir
    No       : 055/1436 H Tanggal: 29 Sya’ban 1436 H / 16 Juni 2015 M
    Keterangan Pers
    Pengumuman Hasil Monitoring Hilal Ramadhan yang Penuh Berkah

    Hukum Tak Berpuasa Ramadhan Tanpa Udzur Syar’i

    Tanya :
    Ustadz, apa hukumnya meninggalkan shaum Ramadhan tanpa alasan syar’i? Apa sanksinya bagi orang tersebut menurut Syariah Islam? (Hamba Allah, Bogor).

    Pernyataan Menag dan Wapres : Ada Benarnya Tapi Mis Context

    Oleh : Farid Ma'ruf 
    Beberapa hari terakhir kembali publik Indonesia diributkan pernyataan para pejabat negara. Kali ini adalah pernyataan Menteri Agama, Lukman Saifuddin, yang menyatakan bahwa warung-warung tidak perlu dipaksa tutup di siang hari Ramadhan untuk menghormati orang yang tidak berpuasa. Dalam kesempatan lain, Wakil Presiden Bapak Muhammad Jusuf Kalla menyatakan pengaturan pengeras suara masjid karena bisa menimbulkan polusi suara.

    Cara Mudah dan Cepat Menjelaskan Perbedaan Demokrasi, Diktator, dan Khilafah

    Apakah ada cara mudah dan cepat menjelaskan perbedaan sistem demokrasi, diktator dan khilafah? InsyaAllah ada. Dengan apa? Cukup dengan menggunakan analogi shalat berjamaah.
    Jika kita menyaksikan sekelompok orang yang shalat berjamaah, ada satu orang imam yang diikuti banyak orang yang menjadi makmum. Kita bisa menyaksikan, apapun perintah dan gerakan imamnya akan diikuti oleh makmumnya, tanpa ada yang membantah. Jika imamnya takbir, semua makmumnya takbir. Jika imamnya rukuk, semua makmumnya rukuk, jika sujud, semua sujud, dan seterusnya. Semua makmumnya akan bersikap: "sami'na wa atha'na" (kami mendengar dan kami ta'at).
     

    Jumlah Pengunjung

    Support : Informasi Bisnis Internet | Farid Ma’ruf FB | Farid Ma’ruf Twitter
    No Copyright © 2013. Syariah Publications - All Rights Reserved
    Isi situs ini silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber aslinya Syariah Publications
    Hak Cipta Hanya Milik Allah. Situs ini adalah backup dari Situs Utama.