Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

    Tulisan Terbaru

    Buku Bagus

    Benarkah Jilbab Adalah Produk Budaya Arab?

    Pertanyaan :
    Apakah benar pernyataan yang mengatakan kalau jilbab sesungguhnya adalah produk budaya Arab?


    Kesbangpol Jaktim Sarankan HTI Buat Stasiun Televisi

    Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur Hamid Mas’ud mengharapkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) lebih gencar lagi memberikan pemahaman Islam yang benar di tengah-tengah masyarakat. “Jika memungkinkan HTI membuat stasiun televisi sendiri untuk dapat memberikan tontonan yang baik ke masyarakat sekaligus memberikan pemahaman Islam yang benar,” ungkapnya kepada delegasi HTI DKI Jakarta, Selasa (21/10) di Kantor Walikota Jakarta Timur.

    Demokrasi Bukan Solusi, Aktivis Mahasiswi Muslimah Yogyakarta Sepakat Perjuangkan Islam

    Ahad, 21 September 2014. Forum Aktivis Mahasiswa (AKTIF) DIY yang ke-13 yang diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DIY ini mengangkat tema “Refleksi Pilpres 2014; Akankah Membawa Perubahan Hakiki?”.  Hadir aktivis mahasiswi dari berbagai kampus di Yogyakarta.
    Di awal acara diputar sebuah video tentang realita pra dan pasca pilpres. Setelah itu dibuka forum diskusi yang diikuti peserta dengan antusias. Diskusi ini banyak membicarakan tentang demokrasi dan apakah demokrasi mampu mensejahterakan serta komparasinya dengan Khilafah, sistem pemerintahan dalam Islam.

    Kerja Cerdas Para Istri

    Di zaman yang sudah dicerahkan oleh Rasulullah saw. ini masih saja ada lelaki yang suka merendahkan istrinya. 

    Memandang istri hanya pelengkap bahkan sekedar kacung. Ada juga suami yang memandang istri sekedar kawan untuk ‘bercinta’.

    Para suami yang masih berpikir seperti itu cobalah bertukar posisi. Satu bulan saja Anda menjalankan tugas istri dalam rumah tangga.

    Saya jamin tak banyak — malah mungkin tak ada — yang bisa menjalankan tugas sebagai pengatur rumah tangga yang sesempurna istri-istri Anda. 

    Mahasiswi Muslimah Siap Melawan Arus Pasar Bebas dengan Islam.

    Yogyakarta.Sabtu, 20/09/2014. “Muslimah Prestatif, Aktif, Inspiratif, Solutif!”, demikian seruan penuh semangat puluhan mahasiswi muslimah peserta Kajian Umum Mingguan Edisi Spesial yang diselenggarakan oleh Muslimah HTI Chapter Kampus UGM. Para mahasiswi muslimah yang berasal dari berbagai kampus di Yogyakarta diantaranya UGM, UNY, UII, dan UPN ini berkumpul di halaman parkir utara Masjid Kampus UGM.  Mereka antusias menyimak Talkshow yang mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa Prestatif di Tengah Arus Pasar Bebas [Telaah Kritis AEC 2015]”.
    Ir. Ervia Yudiati, M.Sc. selaku narasumber pertama dalam paparannya mengungkapkan dampak AEC pada kurikulum pendidikan tinggi. Dosen UNDIP yang saat ini sedang menempuh program doctoral di UGM ini melihat adanya pengaruh secara politik dan ekonomi, karena pendidikan merupakan satu subsistem yang akan dipengaruhi oleh kedua sistem tersebut. “Pendidikan akan semakin diliberalisasi dengan adanya ratifikasi GATS”, katanya.
    Sementara itu narasumber kedua, Y. Annisa Indriyani, S.P, mahasiswi berprestasi tahun 2011 Fakultas Pertanian UGM dan saat ini aktif berdakwah bersama Muslimah Hizbut Tahrir menegaskan bahwa yang diuntungkan dalam AEC ini tentunya adalah negara yang paling siap dan kuat. Indonesia sendiri jauh dari kata siap menghadapi AEC. Saat ini semua anggota ASEAN sedang sibuk mempersiapkan diri menghadapi implementasi AEC pada 2015. Tiap negara berupaya meningkatkan daya saing agar dapat menikmati manfaat dari penyatuan ekonomi kawasan yang memiliki populasi penduduk sekitar 600 juta jiwa ini.
    Kedua narasumber menegaskan bahwa arahan AEC adalah pasar bebas, dan hakikat pasar bebas adalah alat para kapitalis untuk menguasai dan mengontrol perekonomian negeri-negeri Islam. Maka, mahasiswi muslimah harus tetap survive dengan visinya sebagai seorang hamba Allah di tengah arus pasar bebas yang penuh tuntutan seperti saat ini. “Mahasiswa sebagai agent of change serta iron stock jangan hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melainkan juga harus memiliki keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) pada dirinya”, pesan Ervia kepada para muslimah yang hadir.
    Annisa pun menambahkan, bahwa untuk menjadi seorang muslimah prestatif, yang dibutuhkan tidak hanya kemampuan akademik semata, melainkan juga visi hidup yang jelas serta kemampuan menyelesaikan permasalahan kehidupan, tentunya sesuai dengan aqidah kita yaitu Islam.
    Sesi diskusi pun berlangsung hangat dan akrab, peserta yang diantaranya masih berstatus sebagai mahasiswi baru tersebut antusias mengajukan pertanyaan dan tanggapan seputar kontribusi mahasiswi muslimah di tengah arus pasar bebas dan langkah-langkah nyata yang bisa ditempuh untuk melakukan perubahan. [Ulinnuha].




    Aktivitas Real HTI

    Pasca KIP ada peserta bertanya, "Lantas aktivitas HTI untuk mewujudkan Khilafah itu apa?"
    Saya jawab begini:
    Aktivitas HTI itu ada 3 tahapan : (1) Pembinaan individu (Tatsqif), (2) Sosialisasi ke masyarakat (Tafa'ul) dan (3) Pendekatan pada tokoh-tokoh kunci (Thalabun Nusroh). Ini dicontoh dari jalan dakwah Rasulullah. Dulu, ketika situasi politik dan keamanan belum memungkinkan, hanya tahap (1) yang jalan. Sejak tahun 2000, setelah HTI dakwah terang-terangan (atas nama HTI), maka pada umumnya orang mengenal HTI justru dari tahap 2.

    Mari Berdakwah dengan Cara Dewasa


    Pernahkah anda menyuruh anak melakukan sesuatu tapi si anak susah digerakkan? Misalnya, menyuruh anak mandi, belajar, berangkat sekolah, dll?
    Tidak jarang orang tua kemudian menjanjikan sesuatu yang menyenangkan si anak, misalnya :
    “Nak, ayo segera mandi ! Nanti ibu belikan es krim.”
    “Nak, segera belajar ya ! Besok ayah belikan mobil remote.”
     

    Jumlah Pengunjung

    Support : Informasi Bisnis Internet | Farid Ma’ruf FB | Farid Ma’ruf Twitter
    No Copyright © 2013. Syariah Publications - All Rights Reserved
    Isi situs ini silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber aslinya Syariah Publications
    Hak Cipta Hanya Milik Allah. Situs ini adalah backup dari Situs Utama.